Kampung kuta yang terletak di Tambaksari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat merupakan salah satu perkampungan yang hingga kini tetap mempertahankan tradisi dan kearifan lokal. Namun, dengan laju modernisasi yang cepat dan tuntutan ekonomi, kampung ini menghadapi tantangan dalam menjaga keaslian budaya dan lingkungan mereka
Salah satu masalah utama yang dihadapi Kampung Adat Kuta adalah tekanan dari Pembangunan yang bisa menyebabkan pergeseran nilai-nilai tradisional dan degradasi lingkungan. Peningkatan kunjungan wisatawan, meskipun memberikan keuntungan ekonomi, justru sangat beresiko menimbulkan kerusakan ekosistem hutan larangan dan mengubah pola kehidupan Masyarakat. Selain itu keterbatasan akses ke teknologi dan sumber daya ekonomi modern membuat Masyarakat Kampung Kuta sulit memaksimalkan potensi mereka, seperti dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya secara berkelanjutan.
jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kampung Adat Kuta meningkat setiap tahunnya, dengan kenaikan rata-rata sebesar 15%. Sektor pariwisata ini menghasilkan pendapatan tambahan bagi masyarakat, namun belum sepenuhnya terkelola dengan baik untuk mendukung keberlanjutan jangka panjang. Selain itu, data dari pemerintah daerah mengungkapkan bahwa sekitar 70% wilayah kampung terdiri dari hutan larangan yang sangat penting untuk keseimbangan lingkungan, tetapi rentan terhadap eksploitasi jika tidak dilindungi dengan strategi yang memadai.



